Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun.
Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan
yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan,
produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan distribusi obat.
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan
tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina,
dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya “ilmu pengobatan” dimiliki oleh orang
tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Bila kamu sering nonton
film Cina, pasti banyak kalian lihat para tabib yang mendapatkan ilmunya
dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran “ilmu farmasi” kuno di
Cina. Kalau di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai tabib adalah
pendeta.
Minggu, 30 Desember 2018
Sejarah Kefarmasian Indonesia
Farmasi sebagai profesi
di Indonesia sebenarnya relatif masih muda dan baru dapat berkembang
secara berarti setelah masa kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, baik
pada masa pemerintahan Hindia Belanda maupun masa pendudukan Jepang,
kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya sangat lambat, dan profesi ini
belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Sampai proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia pada umumnya masih
terdiri dari asisten apoteker dengan jumlah yang sangat sedikit.
Tenaga apoteker pada masa
penjajahan umumnya berasal dari Denmark, Austria, Jerman dan Belanda.
Namun, semasa perang kemerdekaan, kefarmasian di Indonesia mencatat
sejarah yang sangat berarti, yakni dengan didirikannya Perguruan Tinggi
Farmasi di Klaten pada tahun 1946 dan di Bandung tahun 1947. Lembaga
Pendidikan Tinggi Farmasi yang didirikan pada masa perang kemerdekaan
ini mempunyai andil yang besar bagi perkembangan sejarah kefarmasian
pada masa-masa selanjutnya.Dewasa ini kefamasian di Indonesia telah
tumbuh dan berkembang dalam dimensi yang cukup luas dan mantap. Industri
farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang cukup luas dan
mantap. Industri farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang
cukup modern telah mampu memproduksi obat dalam jumlah yang besar dengan
jaringan distribusi yang cukup luas. Sebagian besar, sekitar 90%
kebutuhan obat nasional telah dapat dipenuhi oleh industri farmasi dalam
negeri
Langganan:
Komentar (Atom)
My Blog
Jika mendengar kata farmasi maka yang ada di pikiran kita adalah obat dan apotek. Memang benar farmasi memiliki hubungan pasti dengan ...
-
Etiket adalah penandaan yang diberikan oleh sarana pelayanan kesehatan yang biasanya ditempel di depan obat atau alat kesehatan yang bergu...
-
Contoh Resep dr. Mahendra SIP : no 160/ DS.04/12.IV/2015 Jl. A. Yani 7 Bumiayu Telp : (0289) 6888677 Bumiayu, 18 A...
-
BENTUK SEDIAAN OBAT KLASIFIKASI : • Obat Cair • Obat Setengah Padat • Obat Padat A. OBAT CAIR 1. Solutiones dan...
